Laki-Laki Baik mulai Krisis

Bener kan genk ?
Jaman sekarang banyak banget yang bisa BO cewe di media sosial, dan terkadang laki-laki sudah tidak menganggap wanita itu sebagai harta yang berharga yang harus dijaga, gampang di beli dan gampang untuk di buang. 
Gue punya banyak cerita mengenai hal ini sejak gue menginjak umur 12 tahun di awal tahun gue masuk sekolah menengah pertama, awalnya sih hanya penasaran karena disaat itu menurut gue seru, ketika kenalan sama yang namanya laki-laki di media sosial apalagi yang kalau diliat dari foto profilenya ganteng, putih dan ga malu-maluin lah untuk diajak ketemuan.
Gue akan ceritain laki-laki pertama yang gue kenal di umur gue yang masih 12 tahun dulu di sosial media, sebut saja Adri, pertama kali gue chating sama dia via bbm (yang tau jangan senyum-senyum ya), pada zaman itu emang lagi seru-serunya broadcast messenger kan genk ? (yang kelahiran 99 pasti paham lah) Awalnya dia bertutur kata baik, memberi perhatian dan selalu mengirimkan fotonya yang menurut gue ganteng pakai banget. Tapi lama kelamaan gue merasa topik yang kita bahas semakin jauh ke arah yang tidak seharusnya, kalian pasti paham lah. Dia mulai menanyakan hal-hal yang layak diperbincangkan oleh suami istri saja. Kalau gue mengelak dia pasti akan marah dan mengeluarkan kata-kata kasar, kaget dong sayah, lambat laun gue paham kalau dia mau lebih dari sekedar hubungan biasa yang menurut gue hanya pantas untuk saling memberikan semangat saat itu. 
Tapi setelah gue mepelajari semua karakter dia setiap hari, gue mulai menyimpulkan bahwa dia macam psycho, entah darimana gue punya akal, gue telusuri profilenya dia melalui face**** saat itu, ternyata sebagian besar album foto yang dia punya bergambar senjata-senjata tajam dan dia tidak pernah membuat status. Dari ilmu yang gue baca, psychopath itu mempunyai ciri-ciri yang suka menyanjung dan melakukan segala cara agar keinginannya terpenuhi, aduh, ngeri dong akuh. Hanya Tuhan yang bisa gue andalkan saat itu.
Singkat cerita, gue udah enggak chattingan sama dia karena gue ngerasa tidak nyaman pada saat dia mulai mengeluarkan sifat aslinya. Tapi seminggu setelah gue memutuskan untuk mutusin komunikasi sama dia, dia mulai muncul di setiap tempat yang gue datengin, tapi gue ngeliat dia hanya sebatas bayangan yang memperhatikan gue kemanapun gue pergi. 
Semenjak saat itu gue mulai berani untuk berkenalan dengan laki-laki di media sosial, karena gue penasaran, masa enggak ada laki-laki baik sih di dunia ini yang tidak punya pemikiran seperti dia.
Next Blog, gue bakalan cerita tentang laki-laki yang selanjutnya ya genk.

Bivia
xoxo

Komentar